Surabaya, 26 Juli–01 Agustus 2026
Semangat meningkatkan kualitas asesmen Bahasa Jepang kembali diwujudkan melalui Workshop Pengembangan Instrumen TKA Bahasa Jepang Digital Berbasis Buku Teks Resmi Kemendikdasmen. Kegiatan ini merupakan kolaborasi MGMP Bahasa Jepang Jawa Timur bersama MGMP Bahasa Jepang Wilayah DKI Jakarta, yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom dengan pola IN–ON–IN.
Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Bapak Aries Agung Paewai, yang memberikan arahan mengenai pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi asesmen pendidikan di era digital.
♦ Dari Buku Teks ke Soal TKA Digital
Selama satu pekan, para guru Bahasa Jepang mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari bedah buku teks resmi Kemendikdasmen Yatto Dekita, penyusunan kisi-kisi TKA, hingga praktik merancang instrumen soal digital yang selaras dengan capaian pembelajaran.
Peserta tidak hanya mempelajari teknik penyusunan soal, tetapi juga berdiskusi mengenai mengeksplorasi penyusunan stimulus, kisi-kisi, pilihan jawaban yang lebih efektif, validasi instrumen, serta pemanfaatan platform digital sebagai media pengembangan asesmen. Salah satu platform yang diperkenalkan dalam proses tersebut adalah Wayground, yang memberi pengalaman lebih interaktif dalam merancang dan mengembangkan asesmen.
♦ Kolaborasi menghadirkan narasumber terbaik
Lima fasilitator dengan beragam perspektif. Workshop menghadirkan fasilitator dari bidang pendidikan dan kebahasaan, yaitu:
• Dwi Puspitasari, S.Pd., M.Pd. (Widyaiswara BGTK DKI Jakarta)
• Virginia Rooselyne Paskaliana, S.Pd. (Pengawas Muda Wilayah Kota Malang)
• Eka Fatma Amilia, S.Pd., Gr. (Guru bahasa Jepang dan Penulis Buku Yatto Dekita dari SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro)
• Raden Bambang Eko Sugihartadi, S.Pd. (Widyabasa Ahli Pertama, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Jakarta dan penulis buku Yatto Dekita)
• Yulfia, S.S., M.Pd. (Ketua MGMP Bahasa Jepang Wilayah DKI Jakarta, Wayground Super Trainer dan Google Certified Trainer dari SMAN 62 Jakarta)
Keberagaman latar belakang para fasilitator membuat workshop tidak hanya berbicara tentang teknis pembuatan soal, tetapi juga mempertemukan perspektif pembelajaran, asesmen, kebahasaan, dan pengembangan instrumen digital.
♦ IN–ON–IN: Belajar Tidak Berhenti di Zoom
Workshop diikuti oleh guru Bahasa Jepang dari berbagai daerah. Ruang virtual menjadi tempat bertemunya para pendidik untuk belajar, berdiskusi, dan bertukar pengalaman dalam pengembangan instrumen TKA. Menggunakan pola IN–ON–IN, workshop tidak berhenti pada penyampaian materi secara daring.
Peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami materi, mengembangkan instrumen, kemudian kembali berdiskusi dan menyempurnakan hasil yang telah dibuat. Model ini memberikan ruang bagi guru untuk belajar → mencoba → mendapatkan umpan balik → memperbaiki.
Melalui workshop rutin tahunan ini, MGMP Bahasa Jepang Jawa Timur berkomitmen menghadirkan guru yang adaptif, inovatif, dan siap menyusun Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Jepang yang berkualitas, kontekstual, dan berbasis digital.
Belajar bersama. Berkarya bersama. Mengembangkan asesmen Bahasa Jepang untuk generasi yang lebih siap. MGMP Bahasa Jepang Jawa Timur.
Terus bergerak. Terus berkolaborasi. Terus bertumbuh.